Kejadian yang dilihatnya barusan membuat Riska segera berlarian ke dalam dan meraih sebuah jaket. Gadis itu tampak gelisah ketika menyambar kunci mobil di atas meja. Dia bersiap keluar rumah dan menyusul Erro. Sungguh Riska sangat khawatir. Tiba-tiba Rio muncul dari depan dan menghalangi langkah Riska. Untuk yang kedua kalinya, kemunculan Rio membuat Riska jengkel. Laki-laki asing yang baru dikenalnya itu selalu saja membuat kemarahannya naik ke ubun-ubun karena terus mengusiknya. “Mau apa, sih?!” Riska mendengus kesal. “Minggir! Gue mau nyusul Erro!” “Lo diem aja di sini! Jangan pergi kemana-mana!” “Apa hak lo ngatur-ngatur gue?!” Mata Riska nyalang menatap Rio. Dengan kasar di tubruknya tubuh tinggi Rio. Rio mendecih menatap punggung Riska yang bergerak menjauh. Secepat kilat dik

