Namun orang yang tengah di harapkan oleh Detektif Jo itu, kini justru sedang berpesta bersama sang kekasih. Gadis bahkan mabuk berat dan terus tertawa karena lelucon yang di lontarkan Leon kepadanya. “....” “Hahahaha...” “Jadi...” “Jadi kau menyukaiku karena mataku ini?” “Memangnya apa bedanya dengan mata wanita lainnya ehm?” “Aku jadi malu hihihi...” Ucap Gadis dengan pipinya yang sudah memerah khas orang mabuk, di tambah tubuhnya yang sempoyongan tak bisa di seimbangkannya saat ini. “Tentu berbeda sayang, matamu menampakan kejernihan, kejujuran, kesederhanaan, dan kehangatan walau sepertinya harus terpendam dalam sikapmu yang jadi acuh karena dingin dan kejamnya dunia ini...” “Hahahaha...” “Apa kejujuran? Kehangatan??” “Hahahaha” Semakin keras saja tawa Gadis setela

