“Bryan Dinatakusuma...” “Kau seorang jaksa ternama, cukup cerdas dan pintar” “Bahkan hampir selalu menang di semua sidang peradilan...” “Dan aku tahu kau tak melakukan hal gila ini untuk hal biasa saja apalagi untuk bersenang-senang bukan?” Tanya penyidik yang bertugas untuk mengintrogasi Bryan, yang telah di tetapkan sebagai tersangka peledakan gedung laboratorium dan tempat produksi produk farmasi milik Jay. “Tak usah berbelit-belit, tanyakan langsung saja alasan mengapa aku meledakan gedung itu, dan milik siapa semua kokai-kokain itu?” Bryan yang tak ingin berbasa-basi langsung membalasnya seperti itu. “Alasan?” “Bukankah karena kau memiliki dendam kepada Jay bukan?” “Tchh, dendam?” “Kau sudah gila, untuk apa aku memiliki dendam kepada orang pintar yang setengah gila

