
Hubungan yang terjalin selama tujuh tahun, tidak membuat Fara dan Abra bisa bahagia. Banyak masalah yang sering menimpa, terlebih tentang kesalahpahaman dari keduanya.Hal itu membuat mereka sering mengatakan kata putus.
Namun, karena ada cinta yang masih besar di dalam masing-masing hati, mereka hanya bisa mempertahankan hubungan itu. Bukan perkara mudah untuk bertahan, seringkali membuat jengah dan bosan. Ingin pergi pun enggan. Perbandingan antara cinta dan kecewa, tampaknya sangat besar. Cinta selalu menang dan lara hati harus ditahan.
Sampai suatu ketika, Fara merasakan kebimbangan yang luar biasa. Setelah pertengkaran yang terjadi antara dirinya dan Abra. Ia menimang-nimang antara lanjut atau pergi saja. Sedangkan pernikahan akan digelar satu bulan lagi.
Lantas, apa keputusan yang akan Fara ambil?

