Tanpa rasa bersalah sekaligus rasa takut, Celine melengang begitu saja. Ia memasuki gedung perkantoran di mana Fara dan Sony tengah mengais rezeki di dalamnya. Bukan tak punya malu, melainkan sudah mati rasa dengan satu perasaan itu. Ia sudah membayar dan membuat janji dengan sang direktur yang memimpin jalannya kantor tersebut. Bahkan, sang direktur sangat antusias dalam menyambut kedatangan wanita itu. Celine dipandu untuk memasuki ruangan direktur tersebut. Dengan gemulai khas wanita sosialita sekaligus kesombongannya, ia berjalan mengikuti sang direktur. Beberapa karyawan yang kebetulan melintas menjadi takjub berkat kecantikannya yang bak artis Indonesia, bahkan melebihi mereka. Sementara karyawati saling berbisik, atau segera lari untuk menebar gosip kedatangan Celine ke kantor di m

