"Kau serius?" Pricilla setengah memekik ketika mendengar sedikit berita yang Audrey sampaikan. Ia pun merasa terkejut ketika tahu bahwa temannya itu telah diajak untuk kembali ke Manhattan oleh kekasihnya. "Lalu, bagaimana denganmu? Maksudku, apa kau bersedia untuk kembali?" lanjut Pricilla menatap serius. Audrey mengangkat bahunya sejenak. Lalu, ia pun membuka lemari es guna mengambil sesuatu di dalamnya. "Aku pun tidak tahu, Pricill. Rasanya, cukup berat jika harus meninggalkan kota ini. Walaupun kemarin aku sempat mengalami hal yang buruk di sini, tapi itu sama sekali tidak membuatku ingin pergi. Justru, aku berkeinginan untuk tetap tinggal di sini sampai anakku terlahir nanti...." terang Audrey berangan-angan. Kemudian, dia pun menuangkan yoghurt berperisa mangga--yang ia ambil dar

