Audrey membuka matanya secara perlahan. Hal pertama yang ia lihat saat matanya terbuka adalah langit-langit putih yang dipasangi sebuah neon panjang di tengahnya. Selain itu, ia pun mulai mencium aroma khas obat-obatan yang sangat menusuk indra penciumannya. Untuk sesaat, Audrey merasa bingung karena ia tidak tahu apa yang sudah menimpanya hingga sekarang ia berada di tempat seasing ini. Pasalnya, wanita itu sangat tahu betul bagaimana keadaan kamarnya yang selama ini dihuninya bersama Malvino. "Audrey, kau sudah sadar?" Seseorang lantas menyeru kala mendapati orang yang tengah ditungguinya sejak tadi akhirnya membuka mata. Melirik pelan ke sumber suara, Audrey pun melihat Pricilla tengah mengulas senyumnya sembari beranjak dari duduknya dan mulai melangkah mendekati ranjang yang diis

