Sekitar pukul 10 malam, Malvino tiba di unitnya. Sepanjang hari, ia berada di luar dengan sekelumit persoalan yang harus ia selesaikan dalam waktu yang cepat. Setelah semuanya tuntas, kini ia pun bisa memiliki waktu untuk sekadar bersantai. Meninggalkan pintu yang sudah kembali ia tutup, Malvino pun menyeret kakinya menghampiri ruang tengah. Sambil sedikit melenturkan lehernya yang terasa kaku, ia lantas mengempaskan bokongnya ke atas sofa. "Akhirnya, aku bisa duduk nyaman juga...." gumamnya sembari merebahkan kepala ke sandaran sofa. Di tempat lain, tepatnya di dalam kamar. Audrey sedang mempersiapkan diri untuk melaksanakan rencananya yang sudah ia susun secara matang di tengah Malvino yang tak kunjung pulang. Lalu, saat kebetulan ia mendengar suara seseorang masuk, ia pun mengambil ke

