Audrey duduk termenung dengan pikiran yang melanglangbuana. Perasaannya mendadak tak enak kala mengingat betapa anehnya sikap Malvino tadi malam. Ya, normalnya, pria itu akan langsung menerkam dirinya tanpa ampun saat tubuhnya tak terhalang oleh satu kain pun. Sebab, itu sudah menjadi hal lumrah jika keadaannya sedang berada dalam zona seperti biasa. Tapi yang terjadi semalam, Malvino justru hanya berdeham kencang setelah sebelumnya menatap fokus ke bagian tubuh intim Audrey yang masih terekspos nyata. "Ehem," Pria itu mendeham. Lalu, pandangannya ia palingkan ke arah lain dan kakinya mulai mengayun ke arah nakas. "Sebelum tidur, makanlah dulu. Aku membuatkan pasta khusus untukmu. Ini kali pertama, jadi ... jika rasanya aneh, kau maklumi saja!" tukas Malvino dengan suara yang sedikit s

