Malvino keluar dari mobilnya. Sambil membuka kacamata hitam yang semula bertengger di pangkal hidung mancungnya, kini ia pun menatap sebuah bangunan berbentuk rumah susun yang letaknya berada tepat di belakang lokasi gedung perusahaan milik ayahnya. Padahal ia sudah lama menjabat CEO di Jack Advertising, tapi baru kali ini ia mengetahui bahwa di belakang kantor terdapat bangunan rumah susun yang ia tebak banyak dihuni oleh penyewa yang pasti kebanyakan karyawan di Jack Advertising itu sendiri. "Lalu, ada di lantai berapa wanita itu? Apa mungkin dia pun berniat atau bahkan sudah menyewa salah satu rumah di sini?" gumam Malvino menduga-duga. Lantas, ia pun bersiap untuk melangkah sembari menutup pintu mobil dan benar-benar melenggang mendekati bangunan rumah bertingkat sederhana yang tamp

