Tepat pukul 9 pagi, Malvino sudah siap untuk berangkat ke galeri kecil-kecilannya yang berada di pusat kota Binghamton. Tadi malam, ia sudah mendapatkan beberapa pesanan dari orang yang sebelumnya sempat membeli juga hasil lukisannya. Kini, ia pun harus segera pergi ke tempat kerjanya demi mengerjakan beberapa lukisannya berikut memenuhi janji temu dengan orang-orang yang ingin menawarkan beberapa jenis kerja sama. Lantas, seakan sudah tak ada lagi yang tertinggal, Pria itu pun mulai mengayunkan langkah setelah menutup kembali pintu kamarnya. "Audrey!" seru Malvino. Sejenak, dia menengok kanan dan kiri guna mencari keberadaan wanita itu. "Ada di mana dia? Kenapa aku panggil dia tidak menyahut," gumam Malvino menggaruk kepala. Tak lama kemudian, pintu pun terbuka dari luar. "Malvin!

