Audrey - 15

1205 Kata

Sekitar pukul 5 sore, Audrey baru bisa berkemas. Sungguh, dia tidak menyangka kalau pekerjaan yang didapat akan membuatnya kewalahan dalam mengerjakannya. Wanita itu menguap, rasa kantuk kembali menyerang ketika ia sedang secepat mungkin membereskan mejanya. "Oh, Tuhan ... aku ingin segera sampai apartemen entah bagaimana caranya. Mata ini sudah seperti tidak bisa diajak berkompromi saja rasanya," gumam Audrey yang sudah ke sekian kalinya menguap. Dia pun berhasil mengemasi sedikit barangnya yang kini sudah tertata rapi di atas meja. Seandainya Ana tidak memilih pulang di jam awal seperti yang dilakukannya tadi, mungkin sekarang ia tak akan sendirian saat harus berjalan meninggalkan kubikelnya. Drrt drrt, Ponselnya bergetar bersamaan dengan ia yang sudah siap melenggang menuju lift.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN