Audrey memoleskan lipstik berwarna merah muda ke permukaan bibirnya. Warna bibirnya memang sudah pink alami, tapi akan terlihat pucat jika tidak ditambah gincu. Dia pun merapikan rambut cokelat pucatnya yang dikuncir satu setelah menaruh gincu itu di atas meja cermin. Sudah satu bulan berlalu, dan akhirnya Audrey diizinkan bekerja juga oleh Malvino. "Audrey, kau sedang apa? Kenapa lama sekali...." Wanita itu melirik ke arah pintu yang baru saja diketuk. Dia mendesis kesal ketika lagi-lagi pria itu mengganggu ritual paginya seperti pagi-pagi sebelumnya. "Audrey!" Malvino seakan tak pernah bosan memanggil nama si wanita. Ya, sudah satu pekan ini Malvino dan Audrey membuat kesepakatan untuk saling memanggil nama tanpa embel-embel nona atau pun tuan. Dan hal itu tentu saja disetujui bersa

