Part 68

1465 Kata

Merasa sudah mulai tenang, juga merasa sudah siap untuk menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi. Luna membuka pintu mobilnya kemudian keluar dengan membawa tas kuliahnya. Setelah menutup kembali pintu mobilnya hingga rapat, juga memastikan mobilnya sudah dalam keadaan aman dan terkunci, Luna mulai melangkahkan kakinya memasuki area kampus. Tak lupa ia pun melafalkan kata basamallah di awal langkahnya. Sesampainya di lobby, tanpa sadar Luna mengedarkan pandangan matanya. Seperti sedang mencari tahu keberadaan seseorang. “Nggak ada. Katanya mau jemput? Dasar asbun! (asal bunyi). Sukanya ngomong doang tapi apa? Hhh, ternyata bohong. Ternyata nggak beda jauh sama si Dimas,” ucap Ana dalam hati, dengan seulas senyum yang mengembang di kedua bibir ranumnya. Merasa senang karena meskipun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN