"Tenang aja gua bakal hati-hati" "Mau lu sembunyiin sampai kapanpun semua akan terbongkar El" "Liat nanti aja" "Terserah lu, gua hanya mengingatkan saja" percuma saja putri menasehatinya karena Elsa orangnya keras kepala susah dibilangin. Sore hari Elsa pulang ke rumah dengan membawa kopernya, Hasna yang sedang memasak mendengar suara bel pintu berbunyi nyaring. Kemudian menghentikan aktivitasnya untuk membukakan pintu rumahnya ia tidak percaya bahwa anaknya kembali lagi ke rumahnya. "Kamu sudah datang nak" tanya Hasna yang sudah membukakan pintu untuknya. Elsa hanya membalas dengan senyuman palsunya. "Sini sayang kopernya biar mamah yang bawa" Hasna mengambil kopernya dari tangan Elsa lalu menunjukkan tempat kamarnya. "Gua lapar" kata yang keluar dari mulut anaknya yang s

