Darrel melengos saat Caesar melewatinya, ia lalu berjalan dan memeluk Valerie. “Kenapa kau kemari?” tanya Valerie, harusnya Darrel berada di Laurens Corp karena ada client yang harus ia temui. “Aku mengubah tempat meeting. Aku ingin meeting di sini, bersama istriku yang cantik ini.” Darrel mencium kening Valerie, siall. Perilaku Darrel benar-benar memabukkan dan membuat Valerie semakin sulit untuk mengontrol dirinya. “Ehm, baiklah. Jam berapa meetingnya?” “Sekarang,” Darrel menarik tangan Valerie, sedangkan Valerie yang belum siap tentu saja panik. “Tunggu, aku harus memeriksa riasanku. Apa ini client penting?” “Kau sudah sangat cantik. Ah, ya. Penting. Untuk mendirikan satu perusahaan gabungan Laurens dan Gladwin. Aku sedang bingung menentukan namanya. LG? Hah sialnya itu suda

