“Darrel sialan, dasar otak mesumm, otak selangkangann, dasar bassman!” maki Valerie saat melihat pantulan dirinya dari kaca. Seluruh leher dan dadaanya dipenuhi dengan tanda kepemilikan yang Darrel ciptakan. Sang biang kerok masuk, tanpa sehelai benangpun di tubuhnya Darrel menyusul Valerie ke dalam toilet. Pria itu memeluknya dari belakang dan mencium leher Valerie. “Darrel demi apa pun aku akan membantingmu jika kau memulainya lagi!” omel Valerie, membuat Darrel justru semakin tertarik untuk melakukan apa yang dilarang oleh Valerie. Tangan nakalnya bergerilya di dadaa Valerie, dan dengan sengaja menyentuh bagian paling sensitif. “Darrel kau mau kuhajar hah?!” Valerie menepis tangan Darrel dan melepaskan diri dari pelukan pria itu. “Kita bolos kerja aja ya hari ini?” tawar Darrel

