(Pastikan sudah baca lanjutan part di bab sebelumnya ya) “Cepatlah, aku nyaris terlambat, arghhh,” erang Darrel sambil menarik rambut gadis berrambut pirang yang tengah sibuk di bawahnya. Usai menyelesaikan meetingnya, kliennya menawarkan service menarik untuknya, tentu saja Darrel tidak akan melewatkan itu. Apalagi gadis yang diberikan pada Darrel bukan gadis biasa. Ia cantik dan seksi. Darrel tidak kuasa melewatkan itu apalagi karena ia telah berapa kali menahannya saat bersama Valerie. “Ya, nice… Kau sangat pandai!” Darrel memejamkan matanya, menikmati setiap sentuhan yang gadis itu lakukan padanya. Benar, ia hanya membutuhkan ini. Meski entah sejak kapan Valerie mulai menarik perhatiannya, Valerie belum bisa meruntuhkan pertahanannya untuk memulai hubungan serius dengan seorang

