“Sesuai dugaan, itu nomor sekali pakai Boss.” Darrel meninju stir mobilnya dan mematikan panggilan. Saat ini pikirannya hanya satu. Ia akan menemui Belle. Ia akan melampiaskan semuanya pada gadis itu. Tak butuh waktu lama untuk Darrel tiba di bar milik Belle. Darrel segera masuk dan mencari-cari Belle, gadis itu pasti berada di ruang kerjanya. “Darrel?” “Beraninya kau meninggalkan Bali tanpa ijin dariku?!” Darrel menarik rambut panjang Belle hingga gadis itu mendongak menatapnya. “Ouch! Sakit Darrel! Kenapa kau tiba-tiba seperti ini? Aku tahu, ini pasti karena Valeriekan! Cukup ya Darrel, aku lelah selalu menjadi tempat pelarianmu!” “Nice. Kau berani melawanku sekarang, hmm?” Darrel melingkarkan tangannya pada pinggung Belle dan mendekap gadis itu. “Darrel kau sedang marah. Aku

