“Val!” Darrel tertatih sambil meraba selangkangannya, mengejar Valerie yang berjalan dengan cepat. Ya, benar sekali. Usai Darrel mencium dirinya secara tiba-tiba, Valerie menendang s**********n pria itu. Pelan. Cukup pelan bagi Valerie. “Val tunggu!” Valerie menghentikan langkahnya, senyumnya mengembang di wajah cantiknya, puas telah menyakiti bagian intim pria brengsekk itu. Valerie merasa senang karena ia mewakili para gadis di luar sana, yang pernah disakiti oleh Darrel. Mereka pasti akan bersorak senang karena aset kebanggan pria itu cidera. Ah, apa tadi ia terlalu lembut? “Kau, apa kau tidak takut aset berhargamu cidera hah?” omel Darrel, tangan kanannya masih meraba selangkangannya. Valerie terkekeh. Sesaat Darrel terpesona pada tawa Valerie. Ah, dua manusia ini sepertinya sal

