Sesampainya di rumah, Bulan mengikuti langkah lebar Langit yang terlalu cepat untuk dikejar. Ada rasa cemas, dan takut lelaki itu tidak akan pernah mau berbicara dengannya lagi, sebab sejak di mobil Langit tidak berkata apa pun padahal kemarahannya terlihat jelas saat bertemu dengan Awan di kafe. Sebelum sampai ke kamar, Bulan lebih dulu menarik lengan suaminya agar mau bertatap muka dengannya sebentar. “Langit, tunggu. Kenapa kamu diam terus dari tadi? Aku sudah menjelaskannya dari awal, pertemuan kami tidak disengaja. Aku menerima ajakannya ke kafe itu buat menjelaskan kalau aku—“ “Kamu tidak perlu menjelaskan apa pun, aku juga tidak akan bertanya apa alasanmu bertemu dengannya,” sela Langit bernada datar. “Tapi kenapa? Ini sesuatu yang perlu aku jelaskan sama kamu, Lang. Aku tidak

