Hari-hari berikutnya berjalan seperti biasa, Langit pergi ke kantor, Bulan di rumah sibuk mengurus putra mereka yang kalem luar biasa. Kania katanya sudah dalam perjalanan pulang dari Kota Solo bersama Rion. Setelah satu minggu berlalu, akhirnya Langit bisa merasa tenang karena adiknya akan pulang ke rumah. Walau Rion adalah sahabatnya, Langit begitu menjaga agar Kania tidak terlepas dari pantauan. Kadang Kania merasa risi jika Langit sudah meneleponnya sebanyak 5 kali dalam satu jam hanya untuk bertanya keberadaannya. Namun, Langit percaya Kania cukup mengerti dengan kekhawatiran sang kakak. Dia adalah seorang gadis, sekaligus adik yang paling terjaga sejak kecil, Langit tidak ingin masa depan adiknya hancur karena mengikuti hawa nafssu. Seperti sekarang, Langit sudah seperti setrikaan

