Di ruang kerjanya, Langit melihat ada yang mengirim sebuah chat ke ponsel miliknya. Itu berasal dari salah seorang karyawan yang bekerja di perusahaan Tuan Guntur. Langit sengaja mencari orang yang dia percaya untuk mengabari semua tentang lelaki itu. Setiap bulan, selama bertahun-tahun dia memantau Tuan Guntur dari kejauhan. Apa yang dilakukannya sekarang? Sewajarnya, saat orang disakiti, dia tidak akan pernah mengingat orang yang melukainya. Namun, Langit terus memikirkan orang tua yang tinggal seorang diri itu. Kenapa dia tidak bisa berhenti peduli? Terkadang, Langit sendiri merasa dirinya terlalu baik cenderung bodoh. Padahal jika diingat lagi, tidak ada satu pun kebaikan Tuan Guntur melekat padanya. “Aku pasti sudah gila,” gumam Langit seraya meremas ponselnya. Dia pun menyimpan ben

