Dua hari kemudian. Hari ini adalah hari kepergian Kania, setelah perdebatannya dengan Langit, dia sama sekali tidak mengurungkan niat. Gadis itu tetap memilih pergi, barang-barang miliknya sudah dikemas rapi dalam dua buah koper. Walaupun begitu, dia sudah menggunakan kesempatan selama 1 kali 24 jam untuk mendekati kakaknya lagi. Namun, usahanya menemukan jalan buntu. Langit menutup aksesnya berbicara, setiap dia mendekat, Langit enggan berdekatan. Lelaki itu menjauh dan tidak lagi berkata banyak tentang perasaannya. Bulan tahu semua itu. “Kalau bisa kakak minta, kamu jangan pergi, Kania. Apa kamu tidak bisa memikirkannya lagi? Kenapa kamu mau mengambil keputusan yang bukan menjadi pilihanmu sendiri?” tanya Bulan. Bulan sengaja mendatangi kamar Kania ketika gadis itu sedang mengemas si

