"Ada yang kurang?" Riana menggeleng kecil. Ia melihat sekeliling yang katanya ini adalah kamar dari calon suaminya, Geo. Cukup rapi bahkan tertata. Cat dinding dengan warna abu dan hitam menjadi perpaduan yang pas. Tapi bagi seorang Riana yang sangat menyukai atau bahkan obses terhadap warna pink, membuatnya sedikit merasa terganggu. "Cukup." "Saya minta maaf atas perlakuan Nenek dan yang lain." Riana tersenyum kecil dan menepuk ranjang agar Geo duduk di sana. Lalu ia meringis kecil mengingat lelaki itu yang selalu menjaga jarak. Buru-buru ia bangkit dan mengambil kursi kerja yang berada tidak jauh dari ranjang lalu menempatkannya beberapa meter dari hadapannya. "Ngomong sambil duduk itu gak nyaman. Jadi, mending Kak Geo duduk dulu abis gitu ngomong," ujar Riana. Geo mengikuti per

