Keringat panas bercucuran di sekitar leher dan pelipis Riana. Tapi gadis itu tidak berhenti berlari kecil di atas treadmill. Wajahnya yang memerah juga tidak memecahkan semangatnya untuk berolahraga. Padahal tadi sudah memulai pemanasan yang cukup berat. Ditambah Scarlet menyemangatinya, semakin membuat jiwa sehat Riana keluar. "Belum selesai?" Riana mengerjap karena keringat menetes tepat di atas bulu matanya. Ia segera menaikkan kaki ke besi dan mengusap peluhnya. Mesin juga sudah dimatikan oleh lelaki di depannya. Riana diam, tidak menjawab pertanyaan lelaki tadi dan memilih mengusap keringatnya dengan handuk kecil yang berada di pundak. "Riana?" Tanya lelaki itu lagi. "Eh, iya. Udah. Udah selesai. Sekarang udah waktunya sarapan?" Geo menatap datar wajah Riana yang mengucapkan ka

