"Maafin Riana ya, Tante. Karena belum bisa seperti Tante yang tertutup dan menjaga tubuh buat suaminya.." Disia tersenyum. Ia tidak membalas kata-kata Riana. Tangannya bergerak mengusap ibu jari Riana. Lalu beralih pada jari manis gadis itu yang tersemat sebuah cincin pertunangan. "Semua orang butuh proses, Tante juga. Semuanya dijalankan karena hati. Bukan karena paksaan dan orang lain. Jadi, jangan minta maaf. Kamu gak salah." Riana menunjukkan senyum manisnya. Lesung pipinya terlihat indah. Berada di pipi sebelah kanan dan juga ujung bibir. Disia tidak pernah melihat gadis ini tersenyum sangat indah. Senyum ini sangat memukau. Dan Disia yakin jika Geo menikahi Riana karena memang menyukai gadis ini. Ia sangat yakin akan hal ini. "Selama ini Abra baik ke Riana?" Tanya Disia kecil.

