"Enggh!" Erang Geo dengan tangan yang memegang kepala. Lelaki itu melihat ke sekitar. Merasa asing karena penerangan yang sangat terang. Kamarnya tidak seterang ini. Dan juga, kamarnya tidak berwarna putih melainkan abu. Bagaimana bisa berubah? "Kak Geo udah sadar?" Mata Geo membulat dan menoleh. Ia bisa melihat Riana yang berdiri seraya menekan tombol di atas ranjangnya. Baru akan bangkit, Geo rasakan kepalanya pening luar biasa. "Jangan gerak dulu. Nanti ada dokter ke sini. Mau minum?" Tawar gadis itu lembut. Geo tak mendengarkan ucapan Riana dan memilih bangkit. Ia duduk dan akhirnya sadar jika ini di rumah sakit bukan kamarnya. Lalu, kenapa ia bisa berada di ruangan ini? Ia masih ingat jika tadi malam ia ada di kamar dan merasakan tubuhnya lemas luar biasa. "Kak Geo kata Tante

