"Mas Revan?" "Cacan kenal dia?" Chandra mengangguk. Ia menetes air matanya. Rasa sesak mulai menyelimuti rongga dadanya. Bahkan saat ini bernapas saja rasanya sangat sulit. Bibirnya yang sedari tadi mengukir senyum untuk Riana, kini mengulum menahan tangis. Lelaki di depan sana tampak seperti halusinasi baginya. Ketika langkah tegap itu mendekat dengan cepat, Chandra seakan kehabisan napas. Matanya benar-benar tak bisa lepas melihat wajah tampan lelaki itu. Yang bahkan sudah lebih dari dua tahun lamanya tidak bertemu, nyatanya semuanya tidak ada yang berubah. "Kamu baik-baik aja?!" Tanyanya khawatir. Chandra tidak bisa lagi bicara. Dirinya seakan terkunci untuk menjawab pertanyaan dari lelaki ini. "Om ini.. Omnya Kak Geo, kan?" Tanya Riana. Gadis itu tampaknya tidak melupakan wajah

