"Saya terima nikahnya Riana Anggara Archer.." Degup jantung gadis dengan gaun putihnya itu berdetak hebat. Napasnya juga tersengal karena takut. Telinganya terus berusaha mencuri-curi suara dari bawah sana. Tangannya mendingin dan saling berpegangan. "Tenang, Na." "SAH!" Dan saat satu kata itu terdengar sampai ke dalam kamarnya, Riana meneteskan air mata. Persaan lega, tenang, sedih, semuanya bercampur aduk menjadi satu. Sangat sulit dijabarkan apa yang Riana rasakan. Berakhir sudah semua halang rintang yang ada. Riana resmi menjadi istri Geofan Abrani. Lelaki dua puluh lima tahun yang sekarang tengah mengetuk pintu kamarnya. "Tuh, suami lo udah dateng," goda wanita di samping Riana. "Ih, apasih Cacan! Diem ah!" Wanita itu tertawa karena berhasil membuat Riana kembali merona. Den

