Bab 9.E

1230 Kata

Suara spatula berbahan alumunium itu terdengar sangat keras. Membuat kedua perempuan di kursi makan terhenyak dan ketakutan. Belum lagi lelaki yang memasak itu tidak berbicara apapun. Hanya membuat dua piring nasi goreng spesial yang sekarang berada di depan kedua perempuan itu dengan tampilan yang menggugah selera. "Kenapa baru pada bangun?" Tanya lelaki itu dingin. "Aku udah bangun dari tadi, kok!" Jawab salah satu perempuan di sana dengan semangat. "Ana juga!" Jawab yang satunya lagi. "Terus?" Mata tajam lelaki itu bergantian menatap bola mata sang istri dan juga adiknya. Tidak ada yang menjawab lagi. Semuanya diam dan sibuk menyenggol satu sama lain. Meminta dia saja yang menjawab. "Kalian dari lahir gak punya mulut atau emang gak bisa ngegunainnya?" Pertanyaan sarkas itu sonta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN