Suara rintihan seorang lelaki terdengar cukup keras memenuhi kamar. Terutama ketika lelaki itu merasakan salah satu uratnya ditekan kuat. "Mama!!" Teriaknya keras. Matanya memerah. "Suruh siapa loncat gak jelas! Terkilir, kan, jadinya!" Gerutu sang mama yang masih setia mengurut tangan putranya. Beberapa kali juga ia sengaja menekan bagian yang ia anggap sebagai pusat nyeri lelaki itu. Benar saja, anaknya langsung berteriak keras. Tangannya juga ingin dikibas karena sakit. "Mama.. sakit!" "Rasain! Loncat mau ngapain?! Mau atraksi?!" Lelaki itu terkekeh sebelum kembali meringis. "Kan kaget gitu, Ma. Riana bisa dateng." "Kamu gak niat dia datang?!" Sentak Disia. Seketika wanita lembut berubah menjadi garang. Jelas saja! Bagaimana bisa ia tak marah jika melihat kelakuan aneh anak

