Bab 11.D

1239 Kata

"Konyol!" Riana membulatkan mata mendengar ucapan Kakaknya. Ia lalu memukul lengan kekar Erlan. "Kak Geo udah minta maaf sama Abang. Kok masih salah?!" "Terserah. Cepat pulang!" "Gak bisa!" "Ada apa lagi?!" Geram Erlan.  Lelaki itu sudah ingin sekali pulang dan membuat adiknya ini mengerti. "Hape Ana ada di kantor Kak Geo." "Itu bisa diambil nanti. Kita pulㅡ" "Gak mau! Ana mau ambil hape Ana dulu!" Erlan mengambil napas dan memandang sang adik tajam. Entah harus berbuat apa lagi agar adiknya ini segera bangkit dan ikut pulang bersamanya. Permintaannya bahkan bukan hal yang sulit. Sedangkan Geo dan Adiba hanya bisa diam memandang keduanya. Tidak mau ikut campur dalam urusan keluarga. Walau keduanya sama-sama memiliki peran penting dalam hidup Adiba dan Geo namun saat ini diam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN