》》☆《《 Aku membuka mata perlahan. Menyapukan pandangan ke seluruh penjuru kamar. Hari udah gelap dan lampu di kamar belum sempet amj nyalain. Kepalaku lalu menoleh ke samping kiri. Om Ali dengan wajah tenangnya tampak tertidur pulas dengan posisi tengkurap. Pertempuran sore di dalam mobil dan akhirnya berlanjut di kamar, membuat badanku kerasa remuk redam. Sepasang mataku masih setia menatap garis wajah Om Ali. Datar dan nggak ada ekspresi. Bahkan di saat tidurpun wajahnya tetap nggak ada ekspresi sama sekali. Dan satu hal yang nggak bisa aku percayai, Om Ali yang membunuh orangtuaku? Apa aku harus balas dendam dan membunuh Om Ali? Lalu gimana nasib anak dalam kandunganku? Aku beringsut turun dari atas tempat tidur dengan membelitkan selimut tebal ke tubuhku. Bisa aja aku membalas den

