>duapuluh dua<

1032 Kata

》》☆《《 H-1 pernikahanku sama Om Ali. Aku termenung di depan meja belajar. Mata rasanya perih dan panas karena semaleman aku menangis. Aku bingung mesti ngadu ke siapa. Orangtua udah nggak ada. Punya Om juga ternyata punya niat buruk. Nick? Satu nama itu tiba-tiba terlintas dalam benakku. Mungkin Nick bisa membantuku lepas dari masalah ini. Dengan gerakan cepat aku menyambar ponsel biru mudaku dan mencari kontak Nick. Me : Nick! Pesan terkirim dan hampir 5 menit lamanya Nick belum juga membaca pesanku. Aku melirik jam dinding yang masih menunjuk pada angka 5. Mungkin Nick belum bangun. Suara deritan pintu kamar membuat aku menoleh. Di ambang pintu berdiri Om Ali yang tampak berwajah kusut dan masih memakai piyamanya. Om Ali masuk dengan langkah gontai. "Sudah bangun?" tanyanya dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN