Bab 4 Bercerai

638 Kata
"Assalamu'alaikum! " Seru ibu sambil melangkah masuk ke dalam rumah. "Wa'alaikumsalam! " Seru Ranti melihat ibu nya pulang, dan segera membuat kan segelas teh manis hangat pada Ibu nya. "Alhamdulillah! Makasih ya sayang." Ucap Ibu sambil menerima segelas teh hangat manis. Dan Ibu segera meniup dan mensruput nya dengan pelan. "Alhamdulillah...nikmat nya!" Ibu benar-benar menikmati segelas teh manis hangat nya dengan membuang rasa lelah nya setelah mengalami aktivitas bekerja seharian. "Bagaimana Bu rasa nya kerja di kantor? " Tanya Ranti sambil memandang wajah cantik lelah Ibu nya. "Ya..menyenangkan...nanti ketika kamu dewasa dan kamu tau rasanya bekerja di kantor itu seperti apa. " Sahut Ibu tersenyum dan mengusap rambut panjang Ranti. Sejak Ibu kerja, Ayah selalu saja memancing keributan di dalam rumah. "Kok ibu pulang nya sore banget?" Protes Ayah pada Ibu yang baru saja melangkah masuk ke dalam kamar. "Jam pulang kantor jalanan nya macet banget Yah! " Sahut Ibu dengan nada suara yang memang lelah. Robi memang cemburu pada Julia. Wajah Julia masih cantik, badannya ramping semampai dan berkulit bersih di usia yang sudah tiga puluh ke atas. Tidak terlihat seperti Ibu rumah tangga yang ruwet , dengan di tempeli koyo di dahi nya kanan dan kiri. Padahal sehari-hari nya selalu di tempeli koyok, karena saking pusing nya untuk memakai uang yang terbatas tapi kebutuhan nya melebihi batas. Waktu tetap berjalan, kondisi pekerjaan Julia semakin baik. "Ini udah Ibu sama Ranti siapkan untuk sarapan pagi. " Seru Ibu sambil meletakkan makanan. "Ayok kita sarapan pagi dulu!" Lanjut Ibu sambil mendudukkan diri nya di kursi makan. "Masakan buatan Ibu selalu enak! " Seru Iqbal dengan mulut penuh nasi goreng. Dan sikap cemburu ayah pada Ibu semakin besar, setiap Ibu pulang kerja, Ayah bertemu dengan Ibu, selalu ribut. "Ibu pulang dari kantor selalu telat terus!" Protes Ayah lagi pada Ibu yang baru tiba di rumah. " Ya Allah Ayah! Kan Ibu udah bilang jam pulang kantor jalanan selalu macet. Kan Ibu kalau pulang dari kantor selalu naik ojek online. Untuk menghindari ribut sama Ayah!" Sahut Ibu menatap Ayah dengan nada rendah nya untuk menghindari keributan. Ranti segera pergi ke dapur untuk membuat teh manis hangat untuk Ibu nya. "Ini bu, minum dulu, biar Ibu ada tenaga untuk ribut lagi sama Ayah " Seru Ranti dengan menahan tawa nya sambil menatap wajah lelah Ibu nya yang ikut tersenyum. " Kamu tuh! Ada-ada aja.Terima kasih teh nya sayang ". Sahut Ibu sambil tersenyum mendengar candaan dari Ranti , lalu berjalan menuju kamar untuk membersihkan diri. Jika Ayah masih memancing keributan sama Ibu, Ranti dan Iqbal selalu mengurung diri di kamar. " Kita enggak bisa terus-terusan ribut begini terus." Ucap ibu sedih berbicara pada diri nya sendiri. Sehingga ketika Ranti lulus SMP, Ayah dan Ibu memutuskan untuk bercerai. "Sebaik nya kita bercerai aja Yah, karena setiap saat, setiap bertemu kita selalu ribut! Tidak ada ketenangan di dalam rumah. Ibu mempertahankan rumah tangga kita hingga hari ini demi anak-anak kita Yah! " Cetus Ibu pada Ayah. "Baiklah! Kalau itu yang Ibu mau! Kalau itu yang terbaik buat kita juga!" Jawab Ayah dengan menahan marah dan kesal. Karena sudah tidak ada yang bisa di perbaiki lagi. Ayah pergi dari rumah beserta barang bawaan Ayah. Di dalam kamar, Ranti dan Iqbal hanya terdiam sedih dan hening mendengar pernyataan kedua orang tua mereka yang akan bercerai. Mereka saling berpelukan menahan kesedihan apa yang telah terjadi pada orang tua mereka. Bagaimana pun juga berpisah dengan orang yang kita sayangi bukan pilihan dan kemauan mereka, tapi kondisi ekonomi yang berbicara. Semenjak bercerai dengan Ayah, karir Ibu di kantor semakin baik, selain gaji naik jabatan pun juga naik. Ibu menyampaikan nya pada kami dengan gembira. "Assalamu'alaikum! " "Wa'alaikumsalam" Jawab Ranti dan Iqbal serempak. "Ibu punya kabar gembira. Ibu naik jabatan dan juga naik gaji" Cerita ibu dengan senang nya. "Alhamdulillah! " Jawab Ranti dan Iqbal berbarengan dengan senyuman bahagia.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN