Hari minggu pagi, Ranti sedang membuat nasi goreng untuk sarapan pagi. Ibu Julia sedang membuat kan kopi untuk suami nya.
"Ini kopi nya Mas." Ucap Ibu Julia, memakai daster, baju rumah.
" Terima kasih sayang " Jawab Ayah Yudha sambil tersenyum memperhatikan baju yang di pakai istri nya. Ranti dan Iqbal senang mendengar jawaban Ayah Yudha pada Ibunya. Apalagi Ibu, tidak salah menikah lagi dengan seorang pria yang bisa memberikan kasih sayang, dan tanggung jawab sepenuh nya pada keluarga.
"Iqbal mau kemana kamu nak? " Tanya Ayah Yudha melihat Iqbal seperti nya mau berolahraga.
"Iqbal mau jogging Yah. " Sahut Iqbal berjalan menuju pintu.
"Ayah boleh ikut? " Tanya nya lagi.
"Boleh Yah! Iqbal tungguin. " Sahut Iqbal menoleh ke arah Ayah sambung nya dan duduk di kursi halaman.
"Sebentar ya Bal Ayah gak lama. " Yudha segera berjalan ke kamar untuk ganti baju.
"Ranti kami pergi dulu. Assalamu'alaikum! " Ucap Yudha pada anak sambung nya.
"Wa'alaikumsalam." Sahut Ranti sedang mengelap tangan nya yang basah.
Mereka berdua segera keluar rumah untuk jogging di taman.
"Ayah sama Iqbal kemana Kak? " Tanya Ibu begitu keluar dari dapur.
"Ayah sama Iqbal pergi jogging Bu. " Sahut Ranti yang sedang menyalakan televisi.
Sudah hampir setahun, sejak pernikahan Ibu Julia dengan Ayah Yudha, dan semakin kemari Ayah Yudha semakin menunjukkan seorang kepala keluarga yang baik sayang kepada Istri dan anak-anaknya nya.
Menjelang makan malam.
"Sini sayang Mas bantu. " Yudha mengambil alih panci panas yang akan di angkat oleh Julia.
"Terima kasih Mas. " Sahut Julia merona dengan tingkah suami nya yang selalu bersikap mesra.
"Kakak! Tolong ambil gelas di dapur! " Julia memanggil Ranti dengan tiba-tiba. Dengan sigap Ranti berjalan menuju dapur mengambil gelas.
"Adik mu mana? " Tanya Ibu Julia tiba-tiba.
"Iqbal lagi buang sampah ke depan sana. Abis kalo di buang besok bau! " Seru Ranti memberi gelas yang tadi di minta oleh Ibu nya.
Iqbal datang dari luar .
"Cuci tangan lalu kita makan malam! " Seru Julia pada Iqbal lalu duduk di samping Yudha.
"Ini buat Ibu." Yudha mengambilkan sepiring nasi dan lauk-pauk untuk istrinya.
Julia terkejut melihat tingkah suami nya, Yudha yang baru saja mengambilkan sepiring nasi beserta lauk-pauk untuk dirinya.
"Terima kasih Ayah. " Ucap Julia menghangat.
"Ini buat Ayah. " Segera Julia mengambil sepiring nasi dan lauk-pauk untuk Yudha.
"Terima kasih Bu. " Ucap Yudha sambil mengedipkan matanya kepada Julia.
"Hmm Ayah. Ayok kita makan. " Seru Julia menggelengkan kepala nya melihat tingkah Yudha yang genit.
Ranti dan Iqbal hanya tersenyum-senyum melihat tingkah laku kedua orang tua mereka yang romantis.
"Ayok kita makan! " Seru Iqbal yang terlihat sudah lapar dan mengunyah makanan dengan semangat.
"Enak! Enak Bu! Besok kapan-kapan buat seperti ini lagi Bu! " Seru Ranti mengunyah makanan nya dengan pelan, meskipun dia juga lapar. Padahal masakan dari bahan yang mudah dan sederhana tapi di buat dengan resep masakan yang berbeda. Itulah hebat nya seorang Ibu pandai mengolah segalanya.
Yudha dan Julia tersenyum senang mendengar percakapan di meja makan.
Yudha sering membantu pekerjaan rumah, membantu Julia. Dan setiap pagi pada saat kami mau berangkat sekolah, Yudha mengajak berangkat bersama Ranti dan Iqbal.
"Ayah antar kalian sekolah" Seru Yudha kepada kedua anak sambung nya yang sedang mengambil sarapan nya.
" Apa nanti Ayah gak kena macet?" Sahut Ranti mengkhawatirkan Ayah sambung nya terlambat masuk kantor.
"Ayo maka nya buruan!" Sahut Yudha sambil melihat jam tangan yang melingkar di tangan kanan nya. Ranti dan Iqbal segera menghabiskan sarapan nya, lalu segera mengambil air minum di meja makan yang sudah di sediakan oleh ibu mereka. Ranti segera mengambil tangan Ibu dan mencium punggung tangan beliau dan begitu juga dengan Iqbal melakukan hal yang sama seperti kakak nya.
"Jalan dulu Bu" Seru Ayah Yudha. Julia segera mencium punggung tangan suami nya. Sedangkan Yudha mencium kening istrinya.
"Iya. Ayah hati-hati di jalan." Jawab Ibu. Ranti dan Iqbal seg