*** Ryder merasa terheran-heran saat menatap wajah Vierra yang tertekuk sejak tadi. Sahabatnya itu tidak seperti biasanya bahkan saat Ryder menjahilinya pun Vierra hanya diam tidak membalas dengan pukulan maupun kalimat judesnya. Vierra sejak tadi diam tidak ingin memulai obrolan lebih bersama Ryder. Entah kenapa hal itu membuat Ryder juga sedikit kesal. Terkutuklah seseorang yang membuat suasana hati Vierra menjadi buruk seperti ini. “Ra, kau kenapa? Ayolah, jangan seperti ini,” rajuk Ryder sembari menggoyangkan lengan Vierra seperti anak kecil. “Ck, berhenti menggangguku, Ryder!” ketus Vierra. Gadis itu menyentak lengannya dari pegangan Sean dan berjalan cepat menjauhi pria itu. “Ya Tuhan, Ra! Salahku dimana, Ra?” ucap Ryder penuh frustasi. Dengan refleks tangannya mengacak rambut it

