*** “Mau kemana?” Suara Bella terdengar lantang memenuhi kamar utama mansion mewah ini. Tatapan Bella terlihat berbeda dari hari-hari biasanya. Entah karena apa, wajah gadis itu selalu terlihat tegang dan datar saat Sean berniat untuk menghabiskan waktu bersama Vierra di kamar gadis itu. “Tidur.” Balasan singkat dari Sean berhasil membuat emosi Bella tersulut. Wanita itu mencekal kuat lengan Sean dan menariknya menjauhi pintu. Wanita itu menutup pintu kamar lalu menguncinya. Saat wanita itu berbalik menatap Sean, entah kenapa Sean merasakan sedikit rasa tidak nyaman saat melihat tatapan yang Bella tunjukkan padanya. “Bell, kau kenapa?” tanya Sean berusaha tetap tenang. “Bisa hargai aku sebagai kekasihmu? Kenapa kau selalu memilih tidur bersama Rara semenjak kejadian itu? Kau mulai men

