“Van?” Vania tersentak kala suara baritone memanggil namanya. Kepalanya menoleh dan mendapati sosok tinggi Leon tengah berdiri lima meter dari posisi Vania. Ditangan pemuda itu terdapat secangkir kopi. Alis tebal Leon menukik ketika melihat Vania tengah berada didepan pintu dengan posisi terduduk, ditambah lagi rona merah menjalani pipi putihnya. Ada apa dengan gadis itu? “Oh… Leon, kau akan menginap disini?” Gadis cantik itu buru-buru bangkit. Netra legamnya bergerak ke sembarang arah untuk menghindari tatapan penuh selidik dari Leon. Semoga saja pemud itu tidak melihat kejadian barusan. Vania akan sangat malu jika sampai ia ketahuan berciuman dengan Rangga. Leon mengangguk singkat dengan tatapan yang tidak lepas dari wajah Vania. Bertahun-tahun membantu sang kakak dalam kegiatan pena

