“Hei Gold, bukankah anaknya Candra itu bisa menjadi masalah buat kita?” Gerakan Red memasang sarung tangan terhenti, iris merahnya menatap bingung pemuda berkode nama Blue yang tengah memakan cookies coklat seraya menyangga dagu lancipnya dengan tangan yang bebas. Seragam pemuda itu telah lengkap dan tinggal menjalani misi saja. “Siapa nama nya, ya? Virgon? Gorgon?” “Virgo,” ralat Violet. “Ya! Virgo! IQ anak itu tinggi sekali, bukan? Kudengar ia juga memborong tropi olimpiade fisika dan matematika,” Dicomotnya cookies terakhir yang ada dimeja, “Aku rasa dia bisa jadi batu sandungan untuk kita,” sambungnya. Mendengar pernyataan itu Gold hanya mengerling, “Biarkan saja,” kata pemuda itu seraya menaruh pistol dibalik seragam yang ia gunakan. Gold tidak mau ambil pusing tentang remaja je

