Sinar dari celah pagar besi menerpa sosok manusia didalam ruangan lembab—sebut saja penjara. Kelopak mata dengan bulu mata lentik itu terbuka. Menampilkan sepasang permata hitam legam yang bersinar dalam temaram Masih dalam keheningan yang mencekik gadis itu merasakan tenggorokannya begitu kering. Kepala hitamnya terus berfikir sudah selama apa dirinya dikurung ditempat menjijikan ini? Satu minggu? Satu bulan? Atau jangan-jangan satu tahun? Tidak, tidak. Rasanya baru kemarin dirinya dibuat pingsan oleh si cebol bertudung hitam. Jujur saja tengkuknya masih saja terasa sakit karena hal itu. Vania mencoba bangkit, namun seluruh badannya terasa nyeri. Ditambah lagi kepalanya pening luar biasa. Rantai yang mengikat tangannya juga menambah rasa sakit yang ada—membuat pergelangan tangan Van

