City Park Nehemia, 10.00 Semilir angin menerbangkan dedaunan rimbun pada pohon yang menghiasai taman. Melaju mengikuti kemauan sang angin, diterbangkan begitu tinggi kemudian dijatuhkan di rerumputan hijau. Daun malang itu terinjak oleh sepatu berwarna biru yang membalut kaki jenjang seorang gadis. “Vania!” Gadis itu menoleh kala merasa namanya dipanggil, ia tersenyum kecil seraya melambaikan tangan pada sesosok gadis lain dengan pakaian serba hijau. “Hei! Ayo! Virgo pasti sudah menunggu lama di perpustakaan kota.” Kekehan khas memasuki gendang telinga, gadis serba hijau itu—Green segera menyusul sosok gadis cantik yang mendahului dirinya—dia berada dua meter di depan sana. Dengan riang Green mensejajarkan langkah seraya bersenandung. Netra biru lautnya mengamati sekitar. Pagi ini t

