“Menyebalkan! Mereka benar-benar menyebalkan!” Green menghentak-hentakan kakinya, menyalurkan kekesalannya pada lantai yang tak bersalah itu. Raihan meringis dalam hati, merasa heran karna baru kali ini melihat anak konglomerat yang jauh dari kata anggun. Memang sih reputasi gadis itu tidak terlalu baik. Green satu-satunya gadis yang memilih untuk kabur dari pesta demi makan sekotak ayam goreng promo bersama sahabatnya—Vania. Padahal dia bisa membeli seluruh perusahaan ayam goreng kalau dia mau. “Senior, dia siapa?” Arah pandang Raihan mengikuti telunjuk Green. Diujung koridor terdapat seorang lelaki muda dengan seragam SHS, ditangannya terdapat kertas lebar—yang Green tebak merupakan peta sekolah. Wajahnya menampilkan raut kebingungan yang ketara. Siapapun akan memikirkan hal yang

