Ruangan luas bercat putih bersih itu nampak dilingkupi keheningan yang terasa makin mencekam, didalamnya berisi delapan orang dengan kesibukannya masing-masing. Sosok pria tua berumur 50 tahunan terlihat duduk santai disalah satu sofa empuk yang tersedia disana. Ia mengabaikan tatapan tajam dari pemuda bersurai pirang dan memilih untuk menghisap cerutu bernilai jutaan dollar. Lagi-lagi bau tembakau yang khas memenuhi ruangan. “Sejak kapan kau ada disana, tua bangka.” Pria tua itu terkekeh pelan lalu beranjak mendekati kasur yang ditempati oleh seorang gadis cantik bersurai hitam legam. Namun saat jaraknya terpaut lima meter ia dihalangi oleh dua pemuda bersurai pirang—Gold dan William. “Jangan ikut membangkang seperti Gold.” Grey a.k.a William bergeming, sementara itu wajah Gold makin

