Sensitive issue

2844 Kata

“Ugh… selera makanku selalu turun tiap kali aku mengingat pemandangan kemarin.” Green terkulai lemas dimejanya. Gadis itu mengabaikan roti dan s**u yang sempat ia beli sebagai pengganti sarapan. Percuma saja, dirinya sudah melakukan segala cara agar bisa lupa dengan pemandangan yang ia lihat. Green bahkan sampai melakukan yoga, senam aerobic, berolahraga, dan meditasi. Namun semua itu sia-sia saja. Bahkan saat makan malam ia berhalusinasi mie instan yang ia makan adalah usus manusia. Sinting, rasanya dirinya mau muntah. Iris safirnya menatap jam berwarna hijau yang berada di pergelangan tangan kiri. Sebentar lagi bel akan berbunyi. Namun dirinya tidak menemukan tanda-tanda kedatangan Graha. Oh, apa pemuda sialan itu tidak kuat berangkat sekolah karena kemarin? Jika ia Green pastikan akan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN