“Tuan, keberadaan Nona Vania tidak terdeteksi.” “A-apa… apa yang sebenarnya terjadi?!” =Flashback On= DOR! DOR! “JANGAN REMEHKAN NONA MUDA GREEN YA!” “Green… tembakanmu meleset….” “Buahahahaha!” Raihan memalingkan wajahnya, beberapa kali ia berdehem demi menetralkan tawanya yang kian ingin meledak. Leon mendengus geli seraya menatap remeh Green. Sementara itu Vania dan Graha telah tergelak menyaksikan kebodohan nona muda Al itu. Bisa-bisanya dia sok keren memegang pistol dengan akurasi yang buruk? Pfftt. “Diam kalian! Dan kau?! Sejak kapan kau disini playboy sialan!” Graha berusaha keras menghentikan tawanya. “Aku sudah disini sedari tadi, pfftt,dan aku juga menyaksikan tembakan bodohmu itu buahahaha.” Vania yang berada disampingnya masih tergelak, gadis itu memukul-mukul lantai

