“HEY! KALIAN BERNIAT KABUR HAH?!” Damn! Sementara itu diposisi Green dan Raihan. Mereka berdua juga terlihat sedang berlutut, posisi mereka saat ini berada di lantai dua. Sebenarnya Green ingin sekali memaki kala para b*****h yang bernama Black Bear itu memerintahnya untuk berlutut. Namun, Green harus bisa bersabar kala ia menerima pesan dari sang kakak agar dirinya bisa tenang dan diam dilantai dua sembari menanti Evelyn dan Graha berjalan menuju tempat mereka. “Senior! Tolong biarkan aku memukul b*****h sialan itu,” Green menarik lengan Raihan, mencegah gadis itu melakukan tindakan yang beresiko. “Harga diriku sebagai anak konglomerat terluka karna diperintah berlutut oleh orang botak yang ada disana.” “Tidak, untuk sekarang turuti perintah Evelyn,” Raihan mengelus kepala Green pelan

