Malam hari di TripleX. Vano memasuki tempat yang dulu sering dikunjunginya. "Hei Vano, lama banget lo gak pernah datang, Bro," sapa Dodi, sang bartender club TripleX. "Iya Bro, gue kan gak bisa sebebas yang dulu lagi. Bentar lagi gue mau jadi bapak," cengir Vano dengan bangga. Dodi membelalakkan mata kaget, "njirrrr... Lo tancap gas puollll, ye! Bukannya lo saja belum lulus SMA?!" "Gak tahan, Nyet! Bini gue yahud banget. Gue seneng saja terikat sama dia. Jadi gak ada cowok lain yang boleh menyentuhnya." Tuh kan Vano, posesifnya ampun-ampun deh. Dodi geleng-geleng kepala, takjub mengetahui si playboy ini bisa tobat juga. "Terus ngapain lo kemari?" "Ada janji." "Sama cewek?" tanya Dodi kepo. "Yupp," sahut Vano sambil mengedarkan pandangan ke sekelilingnya. Matan

