Sebenarnya Alvaro tak ingin mengungkapkan identitas Vano sebagai putra sulungnya di perusahaannya. Tapi akhirnya sikap protektifnya yang menunjukkan hal itu. Sebentar-bentar dia menyuruh sekretarisnya mengecek keadaan Vano, lama kelamaan siapa yang enggak curiga? Akhirnya terbongkar juga identitas Vano sebagai si putra mahkota pewaris perusahaan. Kini, Vano jadi sorotan utama. Dulu cuma gegara tampilan cakepnya sekarang plus identitasnya yang ngejreng itu. Jadi meski jabatannya cuma staf biasa di bagian promosi tapi penggemarnya makin berjubel. Siang ini saja, Vano sudah menolak ajakan makan siang gak terhitung jumlahnya. Padahal dari sekolah ia sampai kantor sudah jam dua siang lho, kan jam makan siang sudah kelewatan, tapi kok masih banyak yang nawarin dia lunch bareng? Vano men

